Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi?

MAXONE DHARMAHUSAHA: BEST GUEST EXPERIENCE IN CLEANLINESS 2018


Kalau nginep di hotel, dan hotelnya bersih juga rapi kan seneng ya? Naah. Kabar baik dari Maxone Dharmahusada. Di 2018 ini, Maxone Dharmahusada dalam Traveloka Awards mendapatkan penghargaan Kategori Best Guest Experience in Cleanliness. Pencapaian ini diungkap dalam perayaan second anniversary Maxone Dharmahusada, 5 November lalu.
--

Para tamu yang ikut memeriahkan acara perayaan second anniversary
Yep, awal bulan ini Maxone Dharmahusada mengundang sejumlah blogger ke rooftop yang dikenal dengan Sky Cave Rooftop Lounge. Pesta bertema Hawaiian Party itu cukup meriah dengan beberapa rangkaian acara. Seperti live music, lomba makan spicy Samyang dan burger yang diolah khusus oleh Chef Hernanto, Chef Maxone Dharmahusada. Selain itu, acara juga dikemas dengan pemberian hadiah pada para pemenang kontes foto instagram yang telah diselenggarakan sebelumnya. Dan tak ketinggalan prosesi tiup lilin dan potong kue. Satu lagi, Maxone Dharmahusada memberikan banyak doorprize seperti free ticket untuk menginap di Hotel Maxone Bali.

Sambutan sebelum prosesi pemotongan kue

Acara yang sangat meriah itu dimulai pukul 6 dan berakhir pukul 10 malam. Para tamu dijamu dengan masakan khas Maxone Dharmahusada. Di samping juga dapat menikmati suasana malam di rooftop yang dihias sedemikian rupa dengan balon-balon di beberapa sudut.



Dalam kesempatan inilah, Martin, General Manager Hotel Maxone Dharmahusada menyampaikan bahwa hotel bintang 3 yang berusia 2 tahun itu telah mendapat predikat sebagai hotel bintang 3 paling bersih untuk regional Jawa Timur. Penilaian yang disaring murni dari pengguna Traveloka dan menjadi tamu di Maxone Dharmahusada itu tentu menjadi titik yang membanggakan. Martin mengungkapkan bahwa seluruh jajaran Maxone Dharmahusada akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu.

Bahkan, setelah mendapat penghargaan ini, Martin bertekad untuk meraih predikat di kategori lain. Yaitu kategori Food and Beverage. Apa yang dicita-citakan ini tentu karena Maxone Dharmahusada, sebagai hotel bintang 3 memiliki fasilitas Food and Beverage yang komplet. Di lantai 1, pengunjung bisa menikmati makanan di Cardamon Bistro, dan ngopi asyik di Percent by Simply Brew. Pengunjung juga bisa menikmati lunch di Sky Cave Rooftop Lounge.

--

Maxone Hotel Dharmahusada
Alamat. Jalan Dharmahusada 189 Surabaya
Telp. +62 31 5957258
Web. www.maxonedharmahusadasurabaya.com
IG. maxonedharmahusada


Ps. Saya pernah mereview Maxone Hotel Dharmahusada, termasuk dimana lokasi strategisnya. Silakan kunjungi link kenyamanan hotel maxone ini dan link lunch in Maxone ini.
Share:

SIOLA: BUKTI CAGAR BUDAYA ITU HIDUP!

Eksistensi Surabaya sebagai kota pahlawan memang tak pernah lepas dari sejarah yang panjang. Sebagai kota yang telah berkembang sebelum era merdeka, Surabaya menyimpan sosial budaya yang beragam dan kompleks. Tak hanya bukti perebutan kemerdekaan, salah satu bukti perkembangan ekonomi dari era ke era hingga kini masih kokoh berdiri. Namun, dikemas dengan kegiatan yang berbeda.

Saya ingat, saya mulai pindah ke kota ini saat SMA, tahun 2007. Di tahun itu kali pertama saya menginjakkan kaki di Siola untuk membeli sepatu. Setelah kuliah, hampir setiap hari saya melewati Siola. Dengan rumah di Petemon dan kampus di ITS, jalan Tunjungan juga Jalan Genteng Kali adalah jalanan wajib pulang pergi ngampus. Dan saya bisa melihat dengan pasti, Siola terus berganti wajah. Mulai dari department store, jajaran para PKL, toko buah modern, hingga showroom mobil bekas. Setelah beberapa tahun “diswastakan”, Siola akhirnya dikelola sendiri oleh pemerintah Kota Surabaya.

Siola merupakan salah satu bangunan cagar budaya. UU Nomor 11 Tahun 2010 mendefinisikan cagar budaya sebagai warisan budaya yang bersifat kebendaan. Salah satunya berupa bangunan cagar budaya. Bangunan cagar budaya adalah susunan binaan yang terbuat dari benda alam atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang, berdinding dan/atau tidak berdinding, dan beratap. Dan Siola yang dibangun pada 1877 itu memenuhi syarat tersebut.

Cagar budaya perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting. Tak hanya sejarah, namun juga ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan. Sebagai kota yang menghargai perjalanan sejarah heroik, Kota Surabaya begitu concern terhadap cagar budaya. Dalam Perda Nomor 5 Tahun 2005, Kota Surabaya mengatur pelestarian bangunan dan/atau lingkungan cagar budaya. Melalui aturan ini, Kota Surabaya memberikan patokan bahwa bangunan cagar budaya adalah bangunan buatan manusia, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 tahun, bangunan yang mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya tersebut sekurang-kurangnya 50 tahun. Sebagai bangunan bersejarah yang dulu dinamai gedung HET ENGELSCHE WARENHUIS alias Toko Serba Ada Inggris, Siola ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Keputusan Walikota tahun 2011 silam.


Penetapan Siola sebagai bangunan cagar budaya adalah upaya pelestarian cagar budaya. Bila berstatus sebagai cagar budaya, maka bangunan yang terletak di Jalan Tunjungan No 1-3 ini tidak boleh dipugar. Bangunan asli harus dipertahankan sehingga nilai sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang selama ini melekat pada Siola tetap dapat disaksikan dan dinikmati. Pelestarian ini juga bertujuan untuk memanfaatkannya sebagai kekayaan budaya serta dikelola untuk kepentingan pembangunan dan citra kota.



Struktur Siola yang kita lihat saat ini adalah struktur 50-an tahun yang lalu. Bentuknya sama. Hanya saja sering berganti warna dan kegiatan. Kenapa 50-an tahun? Bukankah Siola berumur 141 tahun? Betul. Namun bangunan aslinya pernah rusak dan diperbaiki.

Siola dibangun oleh investor Inggris, Robert Laidlaw sebagai pusat pertokoan dan grosir. Jika diibaratkan, Siola dimasa lalu seperti ITC yang menjual barang dengan eceran juga grosir. Kala itu, Robert adalah pemilik perusahaan ritel besar dunia, Whiteaway Laidlaw & Co. Pada 1935, Robert meninggal dan usahanya juga ikut mati.


Setelah itu Siola diambil alih oleh pengusaha dari Jepang. Siolapun berganti nama menjadi Toko Chiyoda yang digunakan sebagai lapak tas dan koper terbesar di Surabaya. Chiyoda begitu populer masa itu. Hingga banyak orang membaca peluang yang sama. Di Jalan Praban dan Gemblongan mulai muncul toko tas dan koper. Chiyodapun tak bertahan lama. Bukan karena persaingan, melainkan karena Jepang menyerah pada sekutu. Pengusaha dari Jepang itu mengakhiri masa Chiyoda tak lama setelah Jepang mengibarkan bendera putih pada sekutu. Chiyodapun kosong.

Tepat pada November 45, masa-masa menegangkan kala itu, Chiyoda difungsikan sebagai markas dan basis pertahanan rakyat Surabaya dari serangan sekutu. Chiyoda akhirnya rusak dan terbakar. Tak tahan disasar tembakan tank-tank pasukan sekutu. Chiyodapun tak terurus hingga Presiden Soekarno mengambil alih gedung menjadi aset Pemerintah Kota Surabaya pada 1950.



Tahun 1960, Siola kembali hidup. Lima pengusaha bernama Soemitro, Ing Wibisono, Ong, Liem dan Aang menyewa gedung dan merenovasinya. Setelah utuh kembali, para pengusaha tersebut memberi nama SIOLA sebagai akronim nama mereka. Siola dijadikan pusat grosir dan merupakan pusat perbelanjaan pertama di Surabaya. Masa kejayaan Siola ini terhitung cukup lama. Sayang, 1998 tutup. Siola kalah saing dengan pusat perbelanjaan baru seperti Tunjungan Plaza. Setelah tutup, Siola dijadikan sebagai pusat perdagangan elektronik bernama Tunjungan Center. Namun juga tak mampu bertahan. Siola kembali kosong.

Satu tahun menjelang, Siola akhirnya disewa oleh Ramayana Department Store. Namun Ramayana juga tutup pada 2008 karena sepi pengunjung. Siolapun kembali diubah namanya menjadi Tunjungan City dengan bergonta-ganti aktivitas. Tak berlangsung lama, Tunjungan City dikembalikan lagi namanya menjadi Siola. Pada 3 Mei 2015, Siola dibuka kembali dengan skema kegiatan yang berbeda. Tak lagi bersinggungan dengan bisnis dan ekonomi, Siola disulap sebagai Museum Surabaya. Berselang 2 bulan, tepatnya 15 Juli 2015, UPTSA Pusat juga resmi menghuni Siola. Puncaknya, pada 2017 lalu Siola diresmikan sebagai Mall Pelayanan Publik terpusat di Surabaya.





Hari itu, saya sengaja naik angkutan umum. Berjalan menyusuri trotoar Jalan Tunjungan yang lebar dan walkable. Sesekali mengambil foto bangunan yang dirawat baik walau tak berpenghuni. Dan berakhir di Siola, tujuan utama saya.

Apa yang saya temukan di Siola? Silakan lihat slideshow berikut.



10 tahun tak tahu arah, kini Siola kembali menjadi kebanggaan warga kota. Dengan dikembangkannya Siola sebagai Mall Pelayanan Publik, warga dapat menghemat waktu dalam mengurus perizinan yang bersifat paralel. Misal saat mengurus perpanjangan SIM, mereka cukup membayar di bank yang berjarak beberapa meter. Pun saat ingin membayar pajak. Kala diresmikan, Menteri PAN-RB Asman Abnur memberikan apresiasi, “Mall perizinan ini baru pertama ada di Indonesia dan bisa menjadi pilot project bagi kota-kota yang lain.”

Terbukti. Kini beberapa kota di Indonesia mulai mengembangkan Mall Pelayanan Publik. Pasca peresmian, Siola sangat ramai dikunjungi pemerintah kota lain untuk study banding. Bahkan Maret lalu, Joe Anderson, Walikota Liverpool dan wakilnya, Gary Millar juga Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik mengunjungi Gedung Siola. Mereka meninjau museum siola, command center room 112 dan KORIDOR. Bila dulu Gedung Siola dibangun oleh orang berkebangsaan Inggris, 2018 ini Siola kembali dijelajah oleh orang Inggris.

Kini setiap hari ratusan orang datang silih berganti untuk mengurus perizinan dan administrasi. Berinteraksi dengan pemerintah untuk mendapat pelayanan yang diinginkan. Cagar budaya ini kembali dihidupkan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dirawat dengan baik, bersih, dan rapi. 

--

PS. Seluruh foto dan video merupakan milik pribadi, kecuali ruangan Command Center 112 adalah milik detik.com, foto Siola Tahun 1937 oleh Facebook Page Surabaya Tempo Dulu + dan foto pawai yang melewati Jalan Tunjungan Tahun 1950 memperlihatkan Siola hancur oleh Akun Twitter @SbyTempoDoeloe
Share:

A Write to Remember, Aku Belum Cukup Baik

Aku ingat, sore itu begitu banyak orang dirumah. Aku duduk disebelah ibu. Persis di samping pintu menuju dapur yang kala itu ditutup rapat. I don't know what exactly happened actually. Aku hanya duduk dan memandangi orang yang terus menerus datang, saat matahari mulai terbenam. Hari itu, aku masih berusia lima tahun. And, i don’t remember that much.

Bayang-bayang senja itu tidak pernah hilang dari pikiranku. Setiap kali, scene dimana aku melihat bapak tidur di tengah ruangan itu muncul. Tapi lagi-lagi aku tak ingat banyak. Wajah beliau hari itupun aku tak ingat. Aku hanya terus menegaskan pada diriku, hari itu bapak diminta pulang. Allah memanggil beliau pulang. Selama-lamanya.

Dari kecil, yang ku ingat, aku paling dekat dengan bapak. Sampai suatu hari sewaktu bapak mau kondangan, aku terus membuntuti beliau. Beliau lewat pintu belakang, aku ikut. Beliau muter lagi lewat pintu depat, aku ikut. Terus. Dan akhirnya aku dimarahi Mbah Kung. Nangis. Hahaha That’s one of my clear memory of my dad.

Kenangan lain yang aku ingat rasanya tak banyak. Aku hanya sering membuntuti beliau. Ke sekolah mas waktu ambil rapot SMP, ke rumah saudara jauh, sampai mbenerin pipa air yang bocor. Hahaha I glued to my dad for sure. And i think, i am super lucky to have him as my dad. Selepas bapak meninggal, bohong kalau aku tak merasa kehilangan. But, it is what it is. I already aware the fact that this was fated. No one can change it. And life must go on.


Beberapa orang yang mengenalku sepuluh tahun ini tahu dengan pasti, bagaimana hidupku banyak berubah. Belakangan aku merasa begitu sangat beruntung karena masih bisa menikmati banyak hal. Dan perjuanganku, ibu juga keluargaku selama ini, hmmm no words can describe it enough. I grateful to have them in my life.

Setelah bapak meninggal ibu tidak pernah menikah lagi. Beliau single parents. Beliau melakukan segalanya sendiri. Sometimes i think, how she can endure everything by herself. She is wonderful. *crying*

Semenjak aku kecil, ibu berdagang di pasar. Satu-satunya profesi yang beliau lakoni. Di hari-hari tertentu, setidaknya dua kali dalam seminggu, beliau berangkat ke pasar dini hari. Pukul 2 pagi. Saat seiisi rumah masih terlelap tidur. Ibu perlu membeli dagangan dari para petani, untuk dijual lagi. Memastikan ada sekian rupiah yang bisa beliau kumpulkan untuk bertahan hidup, untuk menyekolahkan aku dan saudaraku. :(

I know, this life is incredible, but sometimes cruel too. Hidup memang tak selamanya manis, kadang juga luar biasa keras, luar biasa bikin jungkir balik. Dan logika tak akan pernah bisa menjelaskan gimana hidup kadang bisa manis, tapi kadang juga pahit.

Lulus SMP dengan nilai tertinggi di sekolahku, aku memutuskan ikut mas ke Surabaya. Mas dan mbak iparku memintaku sekolah di Surabaya. Untuk meringankan beban ibu, jelas itu maksudnya. Akupun akhirnya meneruskan sekolah SMK di Surabaya. And i knew, my mother’s heart falling apart, back then. But i can felt she tried so hard to seem to be okay. And so did i. :(

Akupun tinggal di Surabaya. Mulai dari SMK, sampai akhirnya dapat beasiswa kuliah di ITS. Hingga kini, aku masih tetap tinggal di Surabaya. Sesekali ke luar kota atau ke luar pulau untuk urusan kerja. Dan aku masih tinggal di rumah Mas dan Mbak. But at least, kini lebih leluasa untuk sesekali pulang ke desa. Menjenguk ibu dan keluarga disana. Alhamdulillah.

Rumah di desa, aku meninggalkannya lepas SMP, dan kini sesekali pulang saat libur kerja


I would lie if I tell you I didn’t miss him. I miss him so bad.  But, in other way I am happy.
I still have mom, my brothers, and my sisters.
~Luther Vandross

Lagu Dance With My Father yang berkali-kali ku dengar itu sungguh melegakan. It really hit me like, but i still have my mom, my brothers, my sisters, my real friends. They still here. Dan mereka selalu support apapun yang ku lakukan. Mereka tak pernah memaksakan apapun. They always being so supportive for me. Terutama mbak iparku, yang selama aku disini, aku paling sering berinteraksi dengannya. Kami sudah seperti saudara kandung. Tak ada batasan bagi kami. Saling pinjem baju atau hijab adalah hal biasa. Pergi ke mall bareng juga hal yang hampir selalu kami lakukan bersama. Alhamdulillah, aku punya keluarga yang menyenangkan. 

Kini yang bisa ku lakukan buat mereka hanyalah hal-hal kecil. Buat ibu, aku hanya bisa terus menelpon, seminggu sekali. Mengisi pulsa juga paket data #BuatKamu. Buat mas, aku hanya kadang mengisi token listrik rumah, atau sesekali beli kebutuhan rumah. Sesederhana beli sabun cuci piring di Alfamart. Hal-hal yang aku tahu mungkin tak banyak membantu. Mungkin tak akan pernah bisa mengganti kebaikan mereka. Tapi sungguh, baru itu yang bisa ku lakukan. #BuatKamu

Dan sebagai anak milenial, i almost change my paying habit to cashless. Bukan karena sok kekinian, tapi karena cashless lebih memudahkan, lebih aman dan pastinya banyak promo, hehe Nah untuk berterimakasih pada keluargaku, aku juga lebih banyak menggunakan cashless TCASH untuk transaksi. #BuatKamu

TCASH. Siapa sih yang gak kenal uang elektronik dari Telkomsel ini? Cara pakai TCASH yang super mudah dan merchant TCASH yang banyak banget gak pernah bikin mati gaya. Di sana sini banyak merchant yang udah nerima TCASH jadi alat bayar yang sah. Bukan cuma merchant di mall, tapi juga Indomart dan Alfamart disekitar rumah. Pernah, saat aku belanja di Alfamart #pakeTCASH, aku dapat hadiah. Cashback juga sering masuk setelah #pakeTCASH.

Transaksi melalui TCASH Wallet selalu muncul laporan "paid", so kita bisa tahu kalau transaksi kita sukses

Selain melalui TCASH Wallet, TCASH juga memberikan konfirmasi transaksi via SMS

Bayar #pakeTCASH ini beneran mudah banget. Untuk membeli token listrik misalnya, aku hanya perlu klik Electricity di halaman home TCASH Wallet. Lalu memilih Token dan memasukkan nomer meter/ ID listrik. Mengatur berapa banyak yang perlu aku beli dan konfirm dengan memasukkan kode pin TCASH. That's super easy.

Tampilan awal TCASH Wallet yang simple dan mudah buat digunakan.

Tampilan home yang sederhana, dilengkapi dengan ikon-ikon, TCASH Wallet sangat memudahkan pengguna. Dan selain promo-promo merchant, beli pulsa via TCASH bisa gratis paket data. Lumayan untuk berhemat.





Kini, dengan jungkir balik hidup yang kulakoni, aku hanya ingin terus berbuat baik. Aku tahu, di luar sana masih banyak orang yang kurang beruntung. Jika hidupku sudah cukup jungkir balik, bisa jadi di luar sana ada anak yang jungkir baliknya lebih extreme dari aku.

Dalam perjalanan hidupku, aku cukup sering mendengar kisah bagaimana banyak orang yang tidak lebih beruntung dari aku. Ada yang raganya tidak lengkap. Ada yang kedua orang tuanya berpulang sejak ia bayi. Ada anak yang di buang. And everything else. Aku pernah melihat itu semua.

So, i wish I can do something. Even i am powerless, i want to do something for them. Dengan langkah-langkah kecil. Seperti menyumbang rutin ke Dompet Dhuafa. Mungkin nilainya sangat kecil. Tapi sungguh, aku yang belum cukup baik ini akan berusaha konsisten untuk terus berbuat baik. #BuatKamu

Donasi #BuatKamu


Dan alhamdulillah, TCASH sebagai layanan kekinian sudah kerjasama dengan organisasi-organisasi yang menyalurkan sumbangan seperti Dompet Dhuafa. So, #pakeTCASH is super come in handy to help each other.

Thank you TCASH for make everything as easy as we click it! I love it, personally.
Share:

Menu Street Food di Resto Hotel? Ada Kok!


Happy weekend!

Besok udah hari minggu!! Yeah! :) Minggu memang jadi waktu favorite banget buat kumpul bersama keluarga. Tapi, seringnya, males ga sih masak di hari minggu? Kebanyakan pada nyari makan di mall kan ya? Hayoo ngaku!



Ada sih yang udah pengakuan. Tapi pengakuannya gini, “enak sih gak usah masak, tapi kalau makan di mall pas hari minggu tuh rame banget. Gak nyaman!” Kamu tipe yang gitu juga gak sih? Atau tipe orang yang bakal bilang, “bosen deh ngemall terus, cari street food aja, tapi tempatnya yang adem.” Emang ada ya street food di tempat yang cozy?



Hmm kayaknya saya bakal jawab ADA. Iya, di Surabaya ada kok menu street food di tempat yang cozy buat ngumpul bareng keluarga, sahabat, temen arisan, temen alumni sekolah, bareng pasangan, gebetan atau bareng siapa aja deh. Tempatnya ada di Jalan Raya Jemursari. Yuhuuu, betul! Yello Hotel.

Sunday Street Food Yellow Hotel Jemursari

Bulan Oktober ini, Yello Hotel Jemursari yang khas dengan warna kuning cerah itu mengeluarkan konsep makan siang berupa Sunday Street Food. Sunday Street Food ini KHUSUS disediakan setiap hari minggu jam 11.00 hingga 15.00.

Jika biasanya pilihan menu street food dijual dipinggir jalan, Yellow Hotel menyulap olahan-olahan tradisional secara professional dengan memakai bahan dan rempah pilihan. Sehingga cita rasa rasa makanan yang disajikan sangat menggugah selera.

Ada 15 menu Setiap Hari Minggu

Pada konsep Sunday Street Food ini, Yello Hotel Jemursari hanya mematok harga di kisaran 15 ribu hingga 50 ribu saja. Dan manariknya, semua Desert FREE alias GRATIS. Termasuk beberapa minuman yang disajikan.



Street Food yang ada di Yellow Hotel ini cukup bervariasi. Mulai dari makanan nusantara, makanan Mongolia juga makanan western seperti pasta. Menu-menu seperti bakso komplit, rujak cingur, rujak buah, tahu campur, hingga sego campur ada di area Wok n Tok resto ini. Menu mongolian food juga pasta station melengkapi menu yang dihidangkan.




Kabarnya menu-menu yang ada akan dirotasi setiap waktunya. Seperti yang diungkap Sang Chef.  “Akan selalu ada rotasi menu yang kami lakukan, agar para tamu dan penikmat kuliner tidak bosan. Rotasi menu yang kita lakukan juga bermaksud agar dapat memenuhi keinginan masyarakat sehingga memiliki banyak pilihan dalam kuliner,” ungkap Chidir Hariyadi, Sang Chef Asli Surabaya itu.

Tak hanya makanan, Beverage juga disediakan dengan harga 25 ribu per cup. Kita pun bisa memilih beverage dingin atau panas dengan beragam rasa.

Tempat bermain Anak-Anak

Konsep Sunday Street Food di Hotel Yello Jemursari ini  akan digelar hingga akhir januari 2019. Restoran Wok n Tok yang ada di area lobby ini tak jauh dari playground alias tempat bermain anak. Perfect place banget kan? Kala para orang dewasa bisa makan dan ngobrol dengan nyaman di dalam restoran, dan anak-anak bisa ceria bermain di playground. Dan karena lokasinya hanya depan-belakang, mengawasi anak-anak sambil bercengkrama bersama sahabat di dalam restoran bukan hal yang susah.


Bukan hanya kita yang senang. Anak-anakpun juga riang. Seperti yang juga disampaikan Hotel Menejer YELLO Hotel Jemursari, Ibu Ita Tania, “Promo terbaru ini kami hadirkan untuk keluarga dan juga anak muda, dengan harga terjangkau dan fasilitas bermain anak dapat menciptakan akhir pekan yang ceria bagi mereka untuk hang out atau hanya bersantai menghabiskan waktu bersama.”

Tunggu apa lagi? Yuk besok kesana yuk! Kalau memang kamu membawa keluarga besar, boleh lhoo kontak untuk reservasi dulu. Silakan klik www.yellohotels.com & follow @yellojemursari on social media! : )

Ohya, biar makin penasaran, nih lihat foto-foto saya di launching Sunday Street Food Yello Hotel Jemursari. :)


Untuk bisa merasakan masakan di Sunday Street Food ini, kita perlu membeli kupon menu yang kita inginkan sesuai dengan harganya masing-masing.

Kupon yang kita punya nantinya ditukarkan di cak dan ning yang standby di masing-masing menu. 


Sego Cumi Khas Madura di salah satu corner

Siapa tak kenal Rujak Cingur?

Rujak Buah siang-siang? Seger euy!

Tahu campur ini enak

Rangkaian macam-macam sambel di menu Sego Sambel

Yang mau Soto Ambengan enak bisa merapat ke corner Wok n Tok

Beverage di bandrol dengan 25ribu saja

stand Bakso yang kuahnya enak banget banget
Pasta Station ini ada beberapa varian menu lhoo! Dan di masak langsung, jadi enak langsung dimakan saat masih panas

Mini Terang Bulan juga ada di Sunday Street Food

Mbak Yello ini membantu meracik Rujak Cingur yang diinginkan

Siapa yang gak doyan Mongolian Food? Apinya fantastis banget ya!

Di Mongolian Corner ini kita diminta untuk memilih sendiri apa isi makanan kita, mau di campur apa aja boleh.

Saking menariknya live cooking disini, pengunjung banyak yang ingin melihat kobaran api.

Beverage yang kita pesan juga akan dimixing langsung, kita bisa kok lihat prosesnya!
Dan Cup-nya gede gitu. GAK RUGI rasanya enak banget!

Buat saya pribadi, ini makanan paling nendang di sana: SOTO AMBENGAN

Rangkaian pasta yang kami pesan di Pasta Station.

Udah ngiler? Cus Gih besok!

Kwetiaw Goreng ini JUARA enaknya! Ditambah minuman yang gratis sepuasnya.

Bakso campur yang kuahnya nikmat sekaliii..

Ini bebas ambil lhooo!

Siang-siang minum es begini? Mau kan? 

Pudding dan kawan-kawannya ini GRATIS. 

Buah? Biar badan sehat nih.

Krupuk, orang Indonesia mah suka banget kan sama krupuk

Roti ini unik unik ya bentuknya!

Boleh ambil sepuasnya, asalkan perutmu muat.

Lucu-lucu kan pudingnya?

Mana tahan buat gak ngambil?

Ini nikmat banget dimakan sambil ngobrol bareng sahabat



Share:

Popular Posts

Labels

Blog Archive