Skip to main content

Posts

PENGALAMAN UMROH MANDIRI BERSAMA IBU

My best view of 2023, alhamdulillah 😍 “Umroh itu bukan ibadah bersama-sama, umroh itu ibadah mandiri, maka bapak ibu harus paham apa yang dilakukan saat umroh.” Kurang lebih begitulah pesan Ustad Faridl, pembimbing umroh kami, saat manasik. Walau aku tak ingat persis kalimat yang beliau ucapkan, namun aku sepakat dengan apa yang beliau sampaikan. Kendati berangkat  dari Indonesia   beserta rombongan, plus serangkaian kegiatan di tanah suci dilakukan berkelompok, namun sama halnya dengan salat wajib, “rangkaian” umroh mulai dari miqat hingga tahalul menjadi urusan pribadi, alias perkara mandiri antara manusia dengan pencipta-Nya. *** Minggu lalu, adik tingkatku saat kuliah, Febri, tiba-tiba menanyakan perihal umroh melalui Whatsapp chat . Singkatnya, ia menanyakan panduan ibadah selama umroh. Bermula dari percakapanku dengannya, aku terinspirasi untuk membuat tulisan tentang pengalaman umrohku ini. Karena aku yakin banyak muslim dan muslimah yang juga ingin tahu mengen...

Eco-Lifestyle Ala Hoka Hoka Bento [Hokben]

Hokben bukan restoran baru, tahun ini restoran berkonsep Jepang itu berumur 38 tahun. Kabar baiknya, di usianya yang hampir menyentuh angka 40,  HokBen berkolaborasi dengan start up  lingkungan hidup yang sangat peduli terhadap sampah plastik yaitu dengan Rebricks. Saya baru tahu saat buka puasa di Hokben Polisi Istimewa Surabaya minggu lalu. Setelah saya kulik di instagram resminya, ternyata memang benar. View this post on Instagram A post shared by HokBen (@hokben_id) HokBen mengajak  para customernya untuk mengumpulkan kembali plastik mika bekas khusus HokBen yang nantinya diserahkan  kepada Rebricks untuk diolah kembali menjadi bahan bangunan yaitu eco roster. Faktanya, saat ini sudah ada 20  gerai HokBen yang menggunakan roster dari olahan plastik mika bekas HokBen. HokBen kini berkomitmen  bersama Rebricks akan mengolah 1 ton sampah plastik mika selama 1 tahun. Keren ya! Restoran yang sudah berusaha sadar lingkungan. ...

PR KELOLA SAMPAH: PEMDA, BELAJARLAH DARI IDE ZERO WASTE CITIES

Kondisi Tumpukan Sampah TPA Benowo, Surabaya Sumber foto: Andy Satria/Radar Surabaya Bicara sampah, saya selalu ingat novel Aroma Karsa karya Dee Lestari. Bayangan akan gunungan sampah di TPA dengan berbagai macam bau menyengat hadir saat membaca novel itu. Pada satu bagian, saya bahkan ingin ikut muntah saat membayangkan bau menusuk dari kol busuk. Dan menarik napas lega saat Dee menuliskan bau manis sekaligus segar dari kulit mangga. Sampah hingga kini masih menjadi fokus utama dalam penataan kota, sehingga memerlukan kesungguhan dalam pengelolaannya. Pengelolaan sampah, sebuah tantangan mengendalikan hasil produksi ‘barang’ yang tak diharapkan, namun sayangnya lekat dengan kehidupan. Produksi ‘barang’ ini bagi sebagian besar masyarakat dianggap tidak memiliki added value dan sebaliknya menimbulkan banyak macam persoalan seperti bau busuk, sarang berbagai penyakit, dan mencemari pandangan. 😥Pada kondisi eksisting, praktik pengelolaan sampah menemui kendala yang tak sedikit, salah...

Siasati Besar Pasak Daripada Tiang Bagi Freelancer

Sumber foto: ntask manager " If you buy things you don't need, soon you will have to sell things you need ." - Warren Buffet. Apa kamu pernah mengalami, hari ini gajian tapi nggak sampai seminggu sudah ludes? Sebagai  freelancer , saya pernah mengalaminya, ya walau tidak dalam jangka waktu satu minggu sih. Tapi tetap saja, saya pernah menghabiskan uang padahal belum ada transfer fee dari  project  lain yang sudah berjalan. Kalau kamu juga pernah, saya bisa bilang, kita dalam keadaan gawat. Kenapa? Ya karena itu tandanya kita belum sepenuhnya bisa mengatur keuangan kita. Kondisi ini bisa jadi bom waktu yang bisa meledak kapanpun dan membakar hidup kita.😞  Admit it , tanpa uang kita nggak akan bisa hidup dengan bebas. Karena hampir semua lini kehidupan butuh cuan.  So , walaupun kita tidak punya pekerjaan tetap alias freelancer , wajib hukumnya bagi kita untuk mengatur keuangan. Agar tak merasakan perihnya kondisi "besar pasak daripada tiang". To be honest ,...

Pengalaman Mandi Gratis di Bandara KLIA Malaysia

Tanggal 6 Februari 2020, Kilas Balik - Pengalaman Mandi Gratis di Bandara KLIA Malaysia. Malam itu aku melenggang dengan koper ditangan kananku menuju bus stop KL Sentral. Sebelumnya, kira-kira pukul 8 malam, aku bicara pada staf hotel di meja receptionist . Aku menanyakan, jika naik bus dari KL Sentral menuju KLIA, pemberhentian pertama apakah KLIA dulu atau KLIA 2 dulu. Karena aku menggunakan Saudia, maka aku perlu menuju KLIA Terminal 1. Ternyata bus akan mengantar penumpang ke terminal 1 terlebih dahulu. Oh, baik, berarti aku akan turun di pemberhentian kedua, begitu pikirku. "Loh kok? Bukannya sudah benar turun di KLIA 1, Ta?" Iya benar. Karena aku mau mandi dulu, hehehe . Terakhir mandi pagi jam 9, biar segar dan tidur nyenyak di penerbangan, kuputuskan untuk mandi dulu. Sayangnya, di KLIA Terminal 1 belum ada fasilitas mandi gratis. Adanya di KLIA Terminal 2. Jadi aku turun di terminal 2. Ini adalah pengalaman pertama mandi di bandara buatku. Di Indonesia, tepatnya di ...