Skip to main content

Siasati Besar Pasak Daripada Tiang Bagi Freelancer

Siasati besar pasar daripada tiang bagi freelancer
Sumber foto: ntask manager

"If you buy things you don't need, soon you will have to sell things you need." - Warren Buffet.

Apa kamu pernah mengalami, hari ini gajian tapi nggak sampai seminggu sudah ludes? Sebagai freelancer, saya pernah mengalaminya, ya walau tidak dalam jangka waktu satu minggu sih. Tapi tetap saja, saya pernah menghabiskan uang padahal belum ada transfer fee dari project lain yang sudah berjalan. Kalau kamu juga pernah, saya bisa bilang, kita dalam keadaan gawat. Kenapa? Ya karena itu tandanya kita belum sepenuhnya bisa mengatur keuangan kita.

Kondisi ini bisa jadi bom waktu yang bisa meledak kapanpun dan membakar hidup kita.😞 Admit it, tanpa uang kita nggak akan bisa hidup dengan bebas. Karena hampir semua lini kehidupan butuh cuan. So, walaupun kita tidak punya pekerjaan tetap alias freelancer, wajib hukumnya bagi kita untuk mengatur keuangan. Agar tak merasakan perihnya kondisi "besar pasak daripada tiang".

To be honest, saya juga masih belajar sih tentang mengatur keuangan ini. Karena ilmu ini nggak pernah diajarkan secara khusus waktu sekolah dulu. Tapi justru jadi 'life hack' paling dibutuhkan untuk hidup pasca-sekolah. Dan untuk bidang satu ini, saya punya beberapa rumus yang coba saya terapkan beberapa tahun terakhir. 

Tips 1: Nabung, Nabung, Nabung!

Mari menabung sebelum buntung. Menabung, terdengar klise ya? Tapi nasehat orang tua ini sangat berguna dalam mengatur keuangan. Saving bisa menyelamatkan kita pada saat-saat tertentu. Kalau memang belum bisa nabung banyak, tak masalah nabung sedikit. Nanti lama-lama jadi bukit, kan?


Tips 2: Hindari Paylater

Paylater? Duh jauh-jauh deh! Fitur Paylater sekilas memang memudahkan. Tapi jangan terlena, fitur itu bisa jadi jebakan yang menggiring kita ke kondisi besar pasak daripada tiang.

Kenapa saya bilang begitu? Karena di kehidupan nyata, saya sudah ketemu contohnya.Ada seseorang yang saya kenal, dia biasa memakai Paylater di online market. Lalu saking banyaknya dia tidak bisa bayar dan jumlahnya lebih dari penghasilannya yang tidak pasti, akhirnya dia kelilit hutang.

Mungkin ada yang berfikir, sebenarnya menggunakan Paylater tidak jadi soal, asal menggunakannya dengan baik. Memang, tapi kalau kata saya mah, hindari selagi bisa! Hindari saat masih mungkin! Segera lepas kalau baru masuk.

Memang, dalam kasus ini, kontrol diri itu penting. So, tips nomor 3 adalah tahu batas diri.


Tips 3: Tahu Batas Diri

Beli ini dan itu, wajar kok! Serius! Kamu mau beli motor atau mobil? Kamu mau jalan-jalan ke Raja Ampat, Derawan atau Wakatobi sebulan sekali? Atau bahkan mau umroh dan haji? Namanya juga manusia, sangat manusiawi kalau "aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali". Eits tapi, harus tahu batas diri.

Batas diri yang dimaksud disini adalah jangan sampai pengeluranmu melampaui batas penghasilanmu. Banyak pakar keuangan yang memberikan ilmunya. Salah satunya, Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management melalui laman kompas.com. Kamu pernah dengar prinsip 10-20-30-40? Angka itu adalah angka persentase untuk membagi penghasilan agar penggunaannya terkontrol. Rinciannya adalah 10% untuk kebaikan, 20% untuk masa depan, 30% untuk cicilan dan 40% untuk kebutuhan.

Menurut saya, kebutuhan kebaikan bisa diartikan sebagai sedekah, memberi orang tua, keponakan, dll. Masa depan tentu saja untuk kebutuhan di masa mendatang. Untuk cicilan, kalau kita tidak punya cicilan bisa dimasukkan ke pos masa depan dan sebisa mungkin jangan dimasukkan pada kuota kebutuhan. Dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari yang perlu kita kelola secerdas mungkin. 

Kalau kamu punya versi penyisihan sendiri tak masalah kok. Asal sudah seimbang ya! Eh boleh juga kalau mau diceritakan di kolom komentar, biar kita sama-sama belajar. :)


Tips 4: Play Hard Smart, Work Hard Smart 

Play hard, work hard? Ah, sudah nggak jaman. Sekarang apapun harus mengaktifkan smart mode. Kita bukan romusa, sesekali kita boleh jalan-jalan, dan sesekali boleh makan-makan enak. Tapi tetap harus cerdas-cerdas merencanakannya. Jangan sampai kita main terus atau belanja terus tanpa memperhitungkan keuangan ya. :)


Well, itulah tips-tips menyiasati keuangan bagi freelancer seperti saya. Ada tips terakhir sih sebenernya, yaitu "you know yourself more than anyone else", jadi percaya sama diri sendiri aja kalau kamu bisa ngatur keuanganmu sendiri walau tidak ada uang masuk setiap bulan. Dengan begitu, kita tak akan merasakan yang namanya besar pasak daripada tiang. :)

Comments

  1. Hindari pay letter perlu digaris bawahi tuh. Aku sebagai orang yang punya gaji tetap benar-benar nggak berani mbak... ambil cicilan atau apapun itu yang letter letter hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah komentar. Komentar akan muncul setelah proses moderasi. :)

Popular posts from this blog

Adi Husada Cancer Center (AHCC) Surabaya

I Am And I Will menjadi Tagling Hari Kanker Sedunia 2019 4 Februari menjadi momentum peringatan hari kanker di dunia.  Dan tepat di tanggal 4 Februari lalu,  Adi Husada Cancer Center (AHCC) yang ada di RS Adi Husada Undaan menggelar acara Self Healing With Yoga bersama Dokter Astie Young. Acara ini menjadi bagian dari komitmen Adi Husada Cancer Center (AHCC) untuk ikut memerangi kanker sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia.  4 Februari adalah World Cancer Day dr. Astie Young memberikan gambaran Self Healing With Yoga Penetapan 4 Februari di Paris sebagai World Cancer Day atau Hari Kanker Sedunia dilakukan oleh World Summit Against Cancer for the New Millenium. Penetapan ini digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap bahaya dari penyakit kanker dan mensupport para survivor kanker. Pada acara penetapan tersebut, WHO atau organisasi kesehatan dunia dan badan penelitian kanker internasional (International Agency for Re...

WONDERFUL INDONESIA, INI REALITA!

Satu kali waktu, saya pernah ke negeri tetangga. Menapaki beberapa tempat wisatanya. Tapi entah kenapa saya tak menemukan rasa takjub seperti saat saya menginjakkan kaki di belahan wilayah Indonesia. Bagi saya, wonderful Indonesia itu sungguh nyata. Realita. Dan semakin di jelajah, semakin speechless dibuatnya. *** Sedari kecil saya adalah anak rumahan. Tak pernah keluar kalau bukan urusan ke rumah tante di luar kota. Maklum, saya tidak lahir dari keluarga berada yang kapan saja bisa liburan kesana dan kemari. Dan lagi, kala itu, liburan bukan  life style  yang populer seperti masa kini.  Kuliah menjadi  start   awal  saya jalan-jalan. Seutuhnya jalan jalan. Tanpa membawa misi silaturahmi ke rumah saudara. Dan lalu, jalan-jalan itu menjadi candu. Hingga kini. Hampir setahun lalu, berlabuh di Pelabuhan Luwuk, Kab. Banggai Well, i never tell anyone before, but there are tons of magic moment when i was travelling, and that wa...

1st Best Winner Blogging Competition by DSCP Indonesia

Hello, Yep. Judulnya udah ngasih gambaran penuh tulisan ini tentang apa. Well, tadi sudah dihubungi tim DSCP kalau artikel Selamatkan Lamun Sebelum Manyun menang kompetisi blog yang diselenggarakan Bulan Mei kemarin. Temanya adalah  "Padang Lamun: Rumah Mereka, Untuk Kita" Hmm, belum bisa nulis banyak, mungkin nanti tulisan ini akan saya update lebih jelas lagi. Satu yang pasti saya mau terima kasih sama semua yang sudah support artikel saya. itu aja sih. Oh, daaaaan cerita dikit aja, kalau kemarin nulis artikel Selamatkan Lamun Sebelum Manyun itu bener-bener karena ingin support, mengedukasi dan ikut mengkampanyekan gimana lamun dan duyung. Mulai dari kondisinya, dari manfaatnya, dll. Kalau boleh dibilang, artikel ini artikel panjang pertama saya di tahun ini. Dan artikel yang "padat" referensi. Karena memang saya gak ingin salah informasi. Karena lagi-lagi niatnya edukasi. Begitulah. itu dulu. besok-besok saya update lebih informatif lagi artikel in...