Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi?

#MoneySmartMenginspirasi Milenial Agar Bisa Beli Rumah

Aku milenial. Aku satu dari jutaan orang Indonesia yang lahir antara tahun 1980-an hingga 2000. And nowdays, I struggle enough to manage my money. Dan kalau kalian milenial, aku yakin kalian juga menghadapi persoalan sepertiku. Kadang income nggak sepadan dengan pengeluaran. Kadang, lupa nabung rutin tiap bulan. Kadang, pesimis sama masa depan. Oh No!
Kisaran tiga tahun terakhir, muncul pernyataan “milenial tidak bisa punya rumah”. Banyak kanal berita juga opini memuat pernyataan itu. Di media sosial, pernyataan mengejutkan itu ramai-ramai di share, di buat thread di twitter dan menjejaki instagram stories para milenial. Awalnya, aku semacam percaya nggak percaya sama hasil studi itu. Tapi, kalau melihat karakteristik milenial, studi itu bisa jadi nyata. Dan kenyataan itu bisa berwujud 'momok' bagi para milenial.
| Apa jadinya kalau kita tidak bisa punya rumah?
Stop! Nggak usah dibayangkan. Rasanya kita tak perlu buang waktu untuk merenungi pernyataan itu. Cukup kita buktikan dan kita tepis tudingan itu! Kita buktikan kalau milenial bisa punya rumah. Dan untuk menepis hasil studi itu, mulai sekarang, kita perlu bekerja lebih keras dan mengelola keuangan kita lebih cerdas. Better late than never kan? :)

Kerja keras juga cerdas dalam mengelola keuangan ternyata perlu jurus jitu. Buatku, mengenali karakteristik dan kebiasaan kita sebagai milenial adalah jurus pertama yang perlu kita kuasai. Bagaimana tidak, kalau kita adalah seorang milenial, maka lebih dari 50% orang disekeliling kita juga milenial. Nantinya, pemahaman ini akan berhubungan dengan gaya hidup kita. Dan itulah yang akan menjadi pondasi awal, bagaimana kita bisa mengelola keuangan.
Banyak penelitian yang mengungkap karakteristik dan kebiasaan kita, para milenial. Satu yang paling mencolok, kita tidak bisa lepas dari gadget. Gadget bisa berupa handphone, tablet, juga laptop. Kebiasaan lengket dengan gadget ini dinilai dari dua sisi, positif juga negatif. Positif bila gadgetnya berfungsi sebagai penunjang pekerjaan dan menghasilkan uang. Namun bisa menjadi negatif bila pemakaian gadget hanya untuk bermain-main saja. Dan akhirnya membuang waktu. Time is money, right? Akupun merasa demikian. Kadang, gadget bisa sangat membantu menghasilkan pundi-pundi rupiah, tapi kadang gadget juga membuatku malas. :(

Selain gadget adalah gaya hidup. Tak bisa dipungkiri, gaya hidup terkadang menjadi faktor menipisnya keuangan kita. Belanja dari mulai online sampai ke toko dan mall. Tak jarang kita mengeluarkan kartu kredit kita. Menggesek kartu kredit juga debit lima kali sebulan. Puncaknya, hampir setiap hari memakai aplikasi cashless untuk bayar nongkrong cantik di kafe. Sekali dua kali dengan penggunaan uang yang terkontrol tak jadi soal, tapi kalau kebablasan? Duh. Nggak lagi-lagi deh! 

Sayangnya, kita sebagai milenial memang memiliki karakter yang mudah terbawa arus, atau sering terpengaruh. Lebih bahaya lagi, generasi milenial disebut sebagai generasi yang tidak mempersiapkan masa depannya dengan baik. Kita seringkali meremehkan uang kita saat ini. Persis seperti apa yang disampaikan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani.
Kalau milenial kurang antisipasi masa depan, punya rumah bisa jadi bukan tujuan. Dan ini tentu saja bahaya. Imbasnya, kita kurang mengelola uang untuk masa depan. Kita terlalu berfokus pada kondisi saat ini. Uang yang kita hasilkan akan habis pada masa sekarang, dan tidak saving untuk masa depan. Duh bahaya kan kalau mayoritas dari kita punya karakter seperti ini?

Well, kalau kita sudah sadar diri kita punya karakter demikian, kita perlu mengubah karakter kita yang negatif dan memaksimalkan karakter positif. Bukan perkara mudah, tapi kalau kita mengingat tujuan untuk mengelola keuangan dengan baik, ya mau tidak mau, harus mau!

Belajarlah pada ahlinya! Begitulah seharusnya kita menggali ilmu. Dan sebagai milenial, kita hidup hampir tak pernah lepas dari teknologi. Alias Gadget. So, sisi positif penggunaan gadget ini harus terus kita jaga. Kini, ilmu apapun seakan berada dalam genggaman kita. Tinggal klik-klik dan kita mendapatkan informasi yang kita perlukan. Termasuk ilmu pengelolaan keuangan.

Adalah MoneySmart.id, situs yang menyajikan informasi seputar pengelolaan keuangan dan gaya hidup. Situs ini membantu kita, para milenial untuk lebih bijak mengelola uang kita, alias smart money. Tak hanya itu, situs yang redaksinya berkantor di Jakarta itu memberikan pengetahuan tentang earn money, serba-serbi pinjaman juga lifestyle.

Sebagai milenial yang shock dengan pernyataan tidak akan bisa punya rumah, akupun mencari informasi tentang bagaimana mengelola keuangan yang baik. Tujuannya pasti, supaya bisa saving dan bisa beli rumah. Bagiku, MoneySmart.id ini seperti "perpustakaan" lengkap tentang pengelolaan keuangan juga gaya hidup alias lifestyle para milenial.

Aku punya tiga rekening tabungan. Satu di bank swasta, dan dua di bank pemerintah. Ketiganya aktif aku gunakan dengan tujuan berbeda-beda. Ada yang hanya bisa menerima transfer, tanpa bisa melakukan transfer, bahkan juga tidak bisa digesek, transaksi penuh hanya bisa dilakukan di teller bank. Tabungan ini aku alokasikan menjadi "dana darurat". Tabungan yang hanya aku ambil dalam posisi urgent saja. Dan dua tabungan lainnya aktif aku gunakan transaksi keseharian.

Masalahnya, kadang-kadang aku punya banyak kembalian dalam bentuk koin. Sedikit malu juga kalau menabung uang koin ke bank. Dan berakhir "tak terawat". Padahal, dalam catatan awal Dewi Puri, penulis artikel 5 Tips Menabung Uang Receh Biar Menggunung dan Bisa Beli Barang Mewah | MoneySmart.id ini, uang receh juga bisa beli mobil dan motor mewah. Kalau malu menabung dibank, uang koin bisa kita tabung dirumah. Menarik ya!

Kita memang tak boleh meremehkan aktivitas yang kita pelajari sejak dini ini. Menabung benar-benar menyelamatkan kita dalam keadaan genting. Dan siapa tahu, tabungan kita, sedikit demi sedikit, nantinya bisa buat beli rumah? :)

Investasi. Awal tahun 2019 ini, investasi menjadi instrumen wajib yang aku lakukan. Menurut artikel di MoneySmart.id ini, ada empat investasi yang bisa kita lakukan sebelum umur 30 tahun. Ada investasi dalam bentuk emas batangan, reksa dana, saham juga properti.
Ilustrasi dalam artikel MoneySmart.id edit by Eta R.
Aku yang kini punya penghasilan belum banyak, baru bisa memilih investasi Reksa Dana. Jumlahnya juga belum banyak. Kedepan, semoga aku bisa top up lebih banyak lagi. :)
But the way, investasi reksa dana ini dinilai menjadi investasi yang cocok buat generasi milenial seperti kita lhoo! Hal itu diungkap oleh Adrian Maulana, Senior Vice President Intermediary Business PT Schroder Investment Management Indonesia yang diinformasikan Pramdia Arhando via artikel ini.

Sudah lama aku tahu Rumah Instan Sederhana Sehat alias Risha ini. Pekerjaan utamaku saat ini adalah urban planner. Tahun 2016, aku membantu sebuah kabupaten untuk membuat kajian infrastruktur pedesaan berbasis minapolitan. Kajian itu menghasilkan rekomendasi Risha sebagai solusi pembenahan rumah rusak dan rumah tidak layak huni (RTLH). Tapi aku baru ingat, harga Risha tidak terlalu mahal, gegara baca artikel di SmartMoney.id. Dan rasanya sangat cocok untuk para milenial.

Thanks to MoneySmart.id sudah publikasi artikel bermanfaat ini. Dari artikel ini, setidaknya kita tahu, masih ada harapan bagi kita, para milenial untuk terus investasi, mengumpulkan uang dan nantinya punya rumah sendiri. Penasaran sama artikelnya? Boleh langsung meluncur ke MoneySmart.id atau biar mudah, artikel ini aku sisipkan disini ya!



Menarik banget kan artikel di MoneySmart, siapa sangka ada rumah 50 juta rupiah saja! Membuka wawasan dan menambah ilmu yang bermanfaat. Eiitss, tapi kita sebagai milenial harus sadar, 50 juta rupiah bukan uang yang sedikit lho! Jadi tetap harus cerdas-cerdas mengelola keuangan.

Well, kita nggak mau dong salah mengelola keuangan dan berakhir nggak bisa beli rumah? Yuk mulai sadar! Dan jangan lupa buka moneysmart biar selalu update ilmu pengelolaan keuangan. Cheers!

Share:

14 comments:

  1. Artikel2nya menarik banget di MoneySmart ini.
    Iya siih, masalah keuangan itu emang bikin greget
    Sampe detik ini, aku jg masih jumpalitan kalo ngomong ttg keuangan :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu bener banget banget mbak, urusan duit bisa panjang hehe

      Delete
  2. AKu juga mulai merasa kudu disiplin ngatur duwit ya gara2 baca money smart ini. Kepikiran kalo mulai mau invest dari fee ngeblog, gak diabisin buat ngafe ama belik lipen thok. Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya banget mbak, inspiratif banget sih artikel artikel di moneysmart..

      Delete
  3. Mantap,, milenial sudah bijak kelola uang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih berusaha banget mbak Diaaan.. Makasih ya sudah mampir.. :)

      Delete
  4. Yup, kadang millenials susah ngatur keuangan yess kak, untung ada MoneySmart nih hehhe

    ReplyDelete
  5. Setuju. Milenial juga perlu memikirkan masa depan. Mengelola keuangan sampai bisa beli rumah sendiri, butuh inspirasi dan tipsnya. Untung ada moneysmart.id.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih mas Nanda, kudu cerdas ngelola keuangan yaaa... Thanks sudah mampir..

      Delete
  6. Baca ini merasa diriku ibu yang paling boros sedunia...hahaha...ada sale langsung ambil hp...wkkwwkw....harus belajar ngatur keunagan lagi nihhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngehadepi kelola keuangan emang nggak gampang ya mbak, apalagi kalau sering tergoda sale sale gitu hehehe yuk semangat ngatur keuangan.

      Delete
  7. Hai, Mbak Eta. Aku salah satu penggiat bisnis di pasar modal. Senang rasanya kalau semakin banyak teman-teman yang sadar berinvestasi. Mengerti perbedaan, kekurangan dan kelebihan masing-masing instrument investasi dan mau belajar baik dari guru maupun buku. Happy Investing, ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih dalam tahap belajar mbak, semoga sukses selalu mbak Melina :)

      Delete

Terimakasih sudah komentar. Komentar akan muncul setelah proses moderasi. :)

Popular Posts

Labels

Blog Archive