Skip to main content

USA FAIR 2019: BELAJAR MASAK MAKANAN INDONESIA DENGAN BAHAN AMERIKA



Kira-kira 7 tahun lalu, saya punya keinginan melanjutkan S2 di Amerika. Dari review, kampus Tata Kota yang bagus di Amerika banyak. Dan sudah menentukan pilihan juga. Tapi entah kenapa sampai sekarang belum terwujud. Kayaknya saya sih kurang usahanya buat tinggal dan sekolah di Paman Sam. Atau memang disuruh belajar dulu pelan-pelan dari Indonesia. Misal belajar masak makanan Indonesia tapi pakai bahan-bahan yang hanya tersedia di Amerika.

Yeah, as we know it, di Amerika kan susah yah nyari sambel kacang buat rujak? Or petis Suroboyo buat bikin rujak petis? Nah kan! Makanya perlu banget nih belajar. Sebagai pejuang kuliner Indonesia yang makanannya melimpah, di negara manapun masaknya kudu yang Indonesia food gitu.

Eh jadi ingat cerita salah satu dosen waktu kuliah di Eropa, beliau tuh pengen banget Sate. Tapi nggak ada yang jual disana, nah akhirnya beliau bikin sendiri tuh. Dan tetangga kanan kiri flat, termasuk teman-temannya tuh suka banget sama bau sate itu. Langsung deh dibagi-bagi. Dan mereka suka banget. Emang nggak ada yang ngalahin masakan Indonesia ya! Yuhu, kita kudu bangga dong sama masakan kuliner Indonesia.

Tantangannya, kalau di luar negeri, bahan makanannya itu nggak sama kaya di pasar atau supermarket Indonesia. Jadi mesti banget belajar fushion gitu.



Nah ngobrolin soal Amerika, hubungan diplomatik Indonesia Amerika yang sudah 70 tahun dibina memang nggak bisa dipandang sebelah mata. Jum’at lalu, 12 Juli 2019, sewaktu main ke Galaxy Mall 3, saya dan teman-teman mendapati pembukaan USA FAIR 2019. USA FAIR 2019 yang digelar ini bekerja sama dengan The Gourmet di lantai dasar GM3. The Gourmet yang merupakan line bisnis dari Ranch Market dan Farmers Market berkolaborasi dengan USDA, Food Export USA Northeast, dan Asosiasi Ekspor Makanan Midwest USA mengadakan program USA Fair 2019 ini hingga 11 Agustus 2019 mendatang.

Dalam rangka USA FAIR, banyak bahan bahan makanan dari Amerika yang dijual di The Gourmet. So, buat kita yang ingin belajar masakan fushion, kita bisa dapatin bahan-bahannya disini nih. Komplit sih, sudah mirip di Amerika aja. Tapi jangan khawatir, banyak makanan yang sudah berlabel MUI kok. So, sebagian memang halal. Sangat disesuaikan dengan kita yang mayoritas adalah muslim.

Keseruan Pembukaan USA FAIR 2019



USA Fair 2019 sebenarnya digelar untuk mempromosikan pluralisme melalui produk asli Indonesia dan produk Amerika Serikat. Dan ini dibangun berdasarkan dengan demokrasi dan kepentingan bersama, terutama dalam pertukaran dan pengenalan dua budaya yang berbeda. USA Fair 2019 dibuka dengan sambutan-sambutan yang meriah plus ada penampilan tari remo khas Jawa Timur. Dan setelah itu, peresmian kerjasama dengan pengguntingan pita. Kamipun diajak tour di area The Gourmet. And last, kita lihat demo masak dari chef terkenal dong. Plus icip-icip.

Pembukaan USA Fair 2019 lalu dihadiri oleh perwakilan U.S. Embassy Mark G. McGovern sebagai U.S. Consul General, Garrett Macdonald sebagai U.S. Agriculture Attaché, Kafi Kurnia sebagai Direktur PEKA Consult, Inc., Maria Suwarni sebagai Direktur Merchandising and Marketing PT. Supra Boga Lestari, Tbk. dan Gilles Pivon sebagai Head of Operational PT. Supra Boga Lestari, Tbk.

Demo Masak oleh Chef Henry Alexie Bloem



Demo masak yang dilakukan oleh Chef Henry Alexie Bloem juga asistennya mengangkat resep Indonesia yang dimasak menggunakan bahan-bahan yang berasal dari Amerika dengan tajuk Story of Heritage Culinary. Ada 3 jenis masakan yang dimasak, seperti Nasi Djinggo Khas Bali dan US Beef Rujak. Rasanya? Hmm enak sih, tapi karena bahannya fushion jadi perlu adaptasi di lidah, hehe..

Nantinya di setiap akhir minggu selama program USA FAIR 2019, beberapa demo masak juga akan berlangsung di 4 toko Ranch Market dan 2 toko Farmers Market di area Jabodetabek. Aktivitas ini ditujukan untuk membangun dan memperkuat hubungan antara Indonesia dan Amerika, dan supaya masyarakat dapat lebih merangkul perbedaan yang ada. Ya kan susah banget masak makanan Indonesia, tapi bahan-bahan Indonesianya terbatas. : )

Area The Gourmet

USA FAIR 2019 ini juga bertujuan untuk memperlihatkan beragam produk Amerika yang tersedia di Ranch Market, Farmers Market, dan The Gourmet by Ranch Market. Seperti produk buah-buahan, daging, seafood, dan kebutuhan sehari-hari lainnya seperti bahan masakan, makanan ringan, minuman, dan produk lainnya. Mengangkat tema kolaborasi antara Amerika dan Indonesia, selain produk Amerika, pelanggan juga akan menemukan beragam produk lokal dari Indonesia yang di-display berdampingan dengan produk Amerika.



Dekorasi apik pun menghiasi gerai-gerai dengan mengangkat tema Indonesia - Amerika. Selama program berlangsung, kabarnya akan juga ada program Top Spender untuk pemegang member TRUST card. Di mana pelanggan bisa dapat keuntungan tambahan dengan berbelanja produk Amerika minimum sebesar Rp 1.500.000 di gerai Ranch Market, Farmers Market, dan atau The Gourmet selama program berlangsung, pelanggan berhak memperoleh kesempatan memenangkan voucher belanja dengan total senilai Rp 5.000.000. Banyak promosi lainnya juga seperti harga special atau hadiah langsung setelah nominal pembelanjaan tertentu.

Yap, begitulah keseruan pembukaan USA FAIR 2019. Mari mencoba masak dengan cara yang berbeda! : )

Comments

Popular posts from this blog

Adi Husada Cancer Center (AHCC) Surabaya

I Am And I Will menjadi Tagling Hari Kanker Sedunia 2019 4 Februari menjadi momentum peringatan hari kanker di dunia.  Dan tepat di tanggal 4 Februari lalu,  Adi Husada Cancer Center (AHCC) yang ada di RS Adi Husada Undaan menggelar acara Self Healing With Yoga bersama Dokter Astie Young. Acara ini menjadi bagian dari komitmen Adi Husada Cancer Center (AHCC) untuk ikut memerangi kanker sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia.  4 Februari adalah World Cancer Day dr. Astie Young memberikan gambaran Self Healing With Yoga Penetapan 4 Februari di Paris sebagai World Cancer Day atau Hari Kanker Sedunia dilakukan oleh World Summit Against Cancer for the New Millenium. Penetapan ini digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap bahaya dari penyakit kanker dan mensupport para survivor kanker. Pada acara penetapan tersebut, WHO atau organisasi kesehatan dunia dan badan penelitian kanker internasional (International Agency for Re...

WONDERFUL INDONESIA, INI REALITA!

Satu kali waktu, saya pernah ke negeri tetangga. Menapaki beberapa tempat wisatanya. Tapi entah kenapa saya tak menemukan rasa takjub seperti saat saya menginjakkan kaki di belahan wilayah Indonesia. Bagi saya, wonderful Indonesia itu sungguh nyata. Realita. Dan semakin di jelajah, semakin speechless dibuatnya. *** Sedari kecil saya adalah anak rumahan. Tak pernah keluar kalau bukan urusan ke rumah tante di luar kota. Maklum, saya tidak lahir dari keluarga berada yang kapan saja bisa liburan kesana dan kemari. Dan lagi, kala itu, liburan bukan  life style  yang populer seperti masa kini.  Kuliah menjadi  start   awal  saya jalan-jalan. Seutuhnya jalan jalan. Tanpa membawa misi silaturahmi ke rumah saudara. Dan lalu, jalan-jalan itu menjadi candu. Hingga kini. Hampir setahun lalu, berlabuh di Pelabuhan Luwuk, Kab. Banggai Well, i never tell anyone before, but there are tons of magic moment when i was travelling, and that wa...

1st Best Winner Blogging Competition by DSCP Indonesia

Hello, Yep. Judulnya udah ngasih gambaran penuh tulisan ini tentang apa. Well, tadi sudah dihubungi tim DSCP kalau artikel Selamatkan Lamun Sebelum Manyun menang kompetisi blog yang diselenggarakan Bulan Mei kemarin. Temanya adalah  "Padang Lamun: Rumah Mereka, Untuk Kita" Hmm, belum bisa nulis banyak, mungkin nanti tulisan ini akan saya update lebih jelas lagi. Satu yang pasti saya mau terima kasih sama semua yang sudah support artikel saya. itu aja sih. Oh, daaaaan cerita dikit aja, kalau kemarin nulis artikel Selamatkan Lamun Sebelum Manyun itu bener-bener karena ingin support, mengedukasi dan ikut mengkampanyekan gimana lamun dan duyung. Mulai dari kondisinya, dari manfaatnya, dll. Kalau boleh dibilang, artikel ini artikel panjang pertama saya di tahun ini. Dan artikel yang "padat" referensi. Karena memang saya gak ingin salah informasi. Karena lagi-lagi niatnya edukasi. Begitulah. itu dulu. besok-besok saya update lebih informatif lagi artikel in...