Skip to main content

Pedoman Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Baru 2018

It's been a while, haloooo... :)

Finally, it's holiday!


Setelah merevisi RDTR ke peraturan baru akhirnya liburan juga. Yeah. Tahun ini saya berkesempatan menjadi asisten tim ahli. Mendampingi salah satu kabupaten di Indonesia untuk mendapatkan Rekomendasi Gubernur pada pekerjaan RDTR.

Sayangnya, saat satu pertemuan yang tersisa dengan tim BKPRD, pedoman penyusunan Rencana Detail Tata Ruang yang baru muncul. Yeah. Tahun ini, setelah mengeluarkan pedoman penyusunan RTRW yang baru, Kementerian ATR/BPN kembali mengeluarkan pedoman penyusunan RDTR 2018.



Jika sebelumnya dalam merencanakan RDTR kita berpedoman pada Peraturan Menteri PU Nomor 20 Tahun 2011, maka saat ini kita perlu mengacu pada Peraturan Menteri Agraria Tata Ruang Nomor 16 Tahun 2018.

Permen ATR/BPN No 16 Tahun 2018 ini sejatinya tak banyak berubah dari aturan lama. Dalam pengamatan saya, pembedanya hanya pada struktur ruang dan pola ruang. Kalau saya boleh bilang, sistematikanya hampir mirip dengan penyusunan RTRW. Namun lebih detail dengan cakupan wilayah yang lebih kecil.

Bila pada aturan lama hanya ada bab jaringan sarana prasarana, maka di aturan penyusunan RDTR baru ini ada Bab Struktur Ruang. Bab Struktur Ruang meliputi rencana pusat pelayanan, rencana jaringan transportasi dan rencana jaringan prasarana seperti jaringan air bersih, listrik, telepon, jaringan prasarana lainnya (sampah, sanitasi, dll).

Lalu pada Rencana Pola Ruang, secara keseluruhan terdapat perbedaan pengkodean. Misal sempadan pantai biasanya berkode PS-1 pada aturan RDTR 2018 ini berkode SP dan sempadan sungai berkode SS dari yang dulunya berkode PS-2. Dan banyak kode lainnya yang berubah.

Kemudian yang paling mencolok pada Pola Ruang adalah perubahan perencanaan sarana prasarana umum (SPU). Pada aturan Permen PU 20/ 2011, SPU diklasifikasikan berdasarkan kegiatan. Pendidikan misalnya dikodekan SPU-1, Transportasi dikodekan SPU-2 dan seterusnya. Kini, di aturan pedoman penyusunan yang baru, SPU-1 adalah kode untuk sarana prasarana umum yang berskala kota. SPU-2 adalah kode untuk sarana prasarana umum yang berskala kecamatan dan seterusnya. Ya, pada aturan baru sarana prasarana umum lebih ditekankan pada skala pelayanan, bukan pada kegiatannya.

Pada Rencana Pola Ruang Zona Budidaya, klasifikasinya juga lebih sedikit. Meliputi perumahan (R), perkantoran (KT), perdagangan dan jasa (K), industri (I), sarana prasarana umum (SPU), dan zona lainnya (PL). Zona lainnya ini termasuk di dalamnya sub zona pertanian.

Well thats all, silakan baca lengkapnya saja di Permen ATR/BPN No 16 Tahun 2018 ya! Kalau belum download, silakan download di link web resmi kementerian ATR ini. Jika kesulitan mengakses pada link tersebut, silakan kontak saya via email. :)

Selamat liburan para Planner!

UPDATE: Terdapat banyak perubahan per akhir Desember, bahkan hingga hari ini. Silakan update bisa dibaca di artikel Buku Standar Basis Peta RTR ini.


Comments

  1. sepertinya kudu jadi pns/asn dulu biar paham maksudnya apa hehe

    ReplyDelete
  2. Aku mau komen, tapi aku gak ngerti ._.
    Your job sounds cool though.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe it's okay, thankyou for stop on this blog ya :)

      Delete
  3. Terimakasih banyak, sangat membantu orang-orang yang malas membandingkan 1 per 1 regulasi yang baru dan lama. HAHA
    good for us :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. For us? are you a planner too?
      Well, it would be good if you don't leave as an anonymous. cheers:)

      Delete
  4. bismillah.. teteh boleh share ke email saya terkait peraturan terbarunya? ke email noorwafafuja@gmail.com

    jazzakillah khayran..

    saya alumni planologi juga hihi

    salam planner ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan masuk ke link kementerian tsb ya Fuja.

      Salam,

      Delete
  5. Ka Eta salam kenal, salam planologi. saya alumni PWK Unisba 2012.
    boleh share terkait peraturan diatas yang terbaru Ka? kebetulan lagi ngerjain rdtr jadi butuh aturan yg barunya, terimakasih banyak...

    jazzakillah khayran..

    noorwafafuja@gmail.com

    ReplyDelete
  6. Ka Eta salam kenal, salam planologi. saya alumni PWK Unisba 2012.
    boleh share terkait peraturan diatas yang terbaru Ka? kebetulan lagi ngerjain rdtr jadi butuh aturan yg barunya, terimakasih banyak...

    jazzakillah khayran..

    noorwafafuja@gmail.com

    ReplyDelete
  7. Kak boleh share terkait peraturan RDTR terbarunya kak, rrrhmnputri@gmail.com
    Terima kasih

    ReplyDelete
  8. ka eta boleh share peraturan terbarunya kak lagi ngerjain RDTR nih

    ReplyDelete
  9. kak boleh share peraturannya terbaru dari PP ini lagi ngerjain RDTR nih

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah komentar. Komentar akan muncul setelah proses moderasi. :)

Popular posts from this blog

1st Best Winner Blogging Competition by DSCP Indonesia

Hello, Yep. Judulnya udah ngasih gambaran penuh tulisan ini tentang apa. Well, tadi sudah dihubungi tim DSCP kalau artikel Selamatkan Lamun Sebelum Manyun menang kompetisi blog yang diselenggarakan Bulan Mei kemarin. Temanya adalah  "Padang Lamun: Rumah Mereka, Untuk Kita" Hmm, belum bisa nulis banyak, mungkin nanti tulisan ini akan saya update lebih jelas lagi. Satu yang pasti saya mau terima kasih sama semua yang sudah support artikel saya. itu aja sih. Oh, daaaaan cerita dikit aja, kalau kemarin nulis artikel Selamatkan Lamun Sebelum Manyun itu bener-bener karena ingin support, mengedukasi dan ikut mengkampanyekan gimana lamun dan duyung. Mulai dari kondisinya, dari manfaatnya, dll. Kalau boleh dibilang, artikel ini artikel panjang pertama saya di tahun ini. Dan artikel yang "padat" referensi. Karena memang saya gak ingin salah informasi. Karena lagi-lagi niatnya edukasi. Begitulah. itu dulu. besok-besok saya update lebih informatif lagi artikel in...

Perumahan Mewah di Medan: Kelengkapan Sarana Prasarana (PSU) Menjadikannya Kawasan Permukiman yang Liveable

CitraLand dikenal luas sebagai perumahan mewah di berbagai kota di Indonesia | koleksi foto pribadi Backlog rumah, seperti yang pernah saya ulas dalam artikel ini , masih menjadi PR besar bagi pemerintah. Dan harus diakui, masalah ini tidak akan pernah tuntas jika hanya mengandalkan peran pemerintah saja. Keterlibatan stakeholder lain, seperti swasta ( developer ) juga menjadi nahkoda utama dalam penyediaan hunian bagi masyarakat. Utamanya, segmen perumahan mewah bagi kalangan menengah ke atas. Salah satu pengembang perumahan mewah di Indonesia adalah PT. Ciputra Development TBK. Selama ini, Ciputra berhasil membangun beberapa kawasan permukiman andalannya seperti CitraLand Surabaya, CitraLand Cibubur, juga CitraRaya Tangerang. Tak hanya di Jawa, kini Properti Ciputra setidaknya telah berdiri di 33 kota/kabupaten di Indonesia, dari Sumatera hingga Sulawesi. CitraLand dan Citra Kota Mandiri Di Pulau Sumatera, tepatnya di Medan, Ciputra kembali menegaskan eksistensinya. Setelah su...

Pengalaman Mandi Gratis di Bandara KLIA Malaysia

Tanggal 6 Februari 2020, Kilas Balik - Pengalaman Mandi Gratis di Bandara KLIA Malaysia. Malam itu aku melenggang dengan koper ditangan kananku menuju bus stop KL Sentral. Sebelumnya, kira-kira pukul 8 malam, aku bicara pada staf hotel di meja receptionist . Aku menanyakan, jika naik bus dari KL Sentral menuju KLIA, pemberhentian pertama apakah KLIA dulu atau KLIA 2 dulu. Karena aku menggunakan Saudia, maka aku perlu menuju KLIA Terminal 1. Ternyata bus akan mengantar penumpang ke terminal 1 terlebih dahulu. Oh, baik, berarti aku akan turun di pemberhentian kedua, begitu pikirku. "Loh kok? Bukannya sudah benar turun di KLIA 1, Ta?" Iya benar. Karena aku mau mandi dulu, hehehe . Terakhir mandi pagi jam 9, biar segar dan tidur nyenyak di penerbangan, kuputuskan untuk mandi dulu. Sayangnya, di KLIA Terminal 1 belum ada fasilitas mandi gratis. Adanya di KLIA Terminal 2. Jadi aku turun di terminal 2. Ini adalah pengalaman pertama mandi di bandara buatku. Di Indonesia, tepatnya di ...